We Are the Director of Our life
Kenapa kita harus setuju dengan semua standar dan definisi yang diberikan orang-orang di sekitar kita?
Kenapa lebih memusingkan IPK dan citra “pintar” daripada manfaat apa yang bisa kita ambil dari kuliah?
Kenapa merasa kurang berhasil jika lulus lebih dari 4 tahun?
Kenapa anak baik yang rajin dianggap lebih benar hidupnya sementara anak “bandel” yang aktif adalah manusia gagal?
Kenapa hanya ada satu cara menjalani hidup sebagai pemimpin: kamar selalu rapi, rajin mengisi form ibadah harian, dan punya jadwal tertulis harian?
Kenapa harus menjadi seseorang yang bukan kita untuk memperbaiki Indonesia?
(Source: jamduapagi)